Teori Keperawatan Faye Abdellah dan Dorhota Orem

  1. A.     Latar Belakang

Teori keperawatan yang di kembangkan Faye Abdellah (1960) meliputi pemberian asuhan keperawatan bagi seluruh manusia untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosi, intelektual, sosial, dan spritual baik dari klien maupun keluarga. Teori ini mencakup aspek masalah keperawatan secara spesifik yang dikenal dengan masalah keperawatan Abdellah. Lalu Dorethea Orem (1971) mengembangkan definisi keperawatan yang menekankan pada kebutuhan klien tentang perawatan sendiri atau care self tujuan dari teori ini untuk membantu klien melakukan perawatan sendiri, menurut Orem asuhan keperawatan di perlukan ketika klien tidak mampu memnuhi kebutuhan biopsikososiospiritual. Kami mengambil teori Abdellah karena mempunyai masalah keperawatan yang spesifik dan mengambil teori Orem karena berhubungan dan medukung teori Abdellah.

  1. B.     Tinjauan Teoritis

Teori dorothea E. orem

Menurut Orem, asuhan keperawatan dilakukan dengan keyakinan bahwa setiap orang mempunyai kemampuan untuk merawat diri sendiri sehingga membantu individu memenuhi kebutuhan hidup, memelihara kesehatan dan kesejahteraannya. Oleh karena itu teori ini dikenal sebagai self care atau self care devisit teori.

Ada 3 prinsip dalam keperawatan diri sendiri atau perawatan mandiri. Pertama, perawatan mandiri yang dilakukan bersifat holistic meliputi kebutuhan oksigen, air, makanan, elimnasi, aktifitas dan istirahat, mencegah trauma serta kebutuhan hidup lainnya. Kedua, perawatan mandiri yang dilakukan harus sesuai dengan tumbuh kembang manusia.Ketiga, perawatan mandiri dilakukan karena adanya masalah keehatan atau penyakit untuk pencegahan dan peningkatan kesehatan .

Menurut Orem, perawat dibutuhkan ketika seseorang membutuhkan asuhan keperawatan karena ketidakmampuan untuk merawat diri sendiri . Menurutnya, area kerja perawat adalah membina dan mempertahankan hubungan terapeutik antara perawat dan pasien, menuntukan kapan seseorang membutuhkan bantuan atau pertolongan,mempertahankan respon pasien, memberi pertolongan langsung kepada individu dan keluarga serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain .

Asuhan keperawatan mandiri dilakukan dengan memperhatikan tingkat ketergantungan atau kebutuhan dan kemampuan pasien. Oleh karena itu terdapat 3 angkatan dalam asuhan keperawatan mandiri.Pertama, perawat memberi perawatan total ketika pertama kali asuhan keperawatan dilakukan karena tingkat ketergantungan pasien yang tinggi. Kedua,perawat dan pasien saling berkolaborasi dalam melakukan tindakan keperawatan . Ketiga,pasien merawat diri sendiri dengan bimbinagn perawat .

Dorothea orem (1971 melambangkan definisi kepewatan yang menekankan pada kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri .Orem melambangka filosofi  tentang keperawatan dengan seperti itu  : Keperawatan memiliki perhatian tertentu pada kebutuhan manusia terhadap tindakan perawatan diri nya sendiri dan kondisi serata menata laksanakannya secara terus menerus dalam upaya mempertahakan kehidupan dan kesehatan, penyembuhan dari penyakit atau cedera dan mengatasihen hendaya yang di timbulkanna. Perawatan diri sendiri dibutuhkan oleh setiap manusia,baik laki laki .perempuan,maupun anak-anak .Ketika perawatan dirinya tidak dapat di pertahankan,akan teradi kesakitan atau kematian. Keperawatan kadang-kadang berupaya mengatur dan mempertahankan kebutuhkan keperawatan diri secara terus menerus bagi mereka yang secara total tidak mampu melakukannya .Dalam situasi lain,perawat membantu klien utnuk mempertahankan kebutuhan perawatan diri dengan melakukannya sebagian tetapi tidak seluruh prosedur , melalui pengawasan pada orang yang membantu klien dengan memberian instruksi dan pengarahan secara individual sehingga secara bertahap klien mampu melakukannya sendiri .

Jadi tujuan dari Teori Orem adalah membantu klien melakukann perawatan diri sendiri.Menurut Orem,Asuhan Keperawan diperukan ketika klien tidak mampu memenuhi kebutuhan biologis, psikologis, perkembangan, dan sosial .Perawat menilai mengapa klien tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut,apa yang harus di lakukan untuk meningkatkan kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhannya dan menilai seberapa jauh klien mampu memenuhinya sendiri . Tujuan dari keperawatan adalah untuk meningkatkankemampuan kllien memenuhi kebutuhannya secara mandiri (Hartweg,1995)

Teori Abdellah

Teori keperawatan yang dikembangkan oleh Faye Abdellah et al. (1960) meliputi pemberian asuhan keperawatan bagi seluruh manusia untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosi, intelektual, sosial dan spiritual baik klien maupun keluarga. Ketika menggunakan pendekatan ini, perawat memerlukan pengetahuan dan keterampilan dalam hubungan interpersonal, psikologi, pertumbuhan dan perkembangan manusia, komunikasi dan sosiologi, juga pengetahuan tentang ilmu-ilmu dasar dan keterampilan keperawatan tertentu. Perawat adalah pemberi jalan dalam menyelesaikan masalah dan juga sebagai pembuat keputusan. Perawat merumuskan gambaran tentang kebutuhan klien secara individual, yang mungkin terjadi dalam bidang-bidang berikut ini :

  1. Kenyamanan, kebersihan, dan keamanan.
  2. Keseimbangan fisiologi.
  3. Faktor-faktor psikologi dan sosial.
  4. Faktor-faktor sosiologi dan komunitas

Dalam keempat bidang di atas, Abdellah at al. (1960) mengidentifikasi kebutuhan klien secara spesifik, yang sering dikenal sebagai 21 masalah keperawatan Abdellah:

  1. Mempertahankan kebersihan dan kenyamanan fisik yang baik.
  2. Mempertahankan aktifitas, latihan fisik, istirahat dan tidur yang optimal.
  3. Mencegah terjadinya kecelakaan, cedera, atau trauma lain dan mencegah meluasnya infeksi.
  4. Mempertahankan mekanika tubuh yang baik serta mencegah dan memperbaiki deformitas.
  5. Memfasilitasi masukan oksigen ke seluruh sel tubuh.
  6. Mempertahankan nutrisi untuk seluruh sel tubuh.
  7. Mempertahankan eliminasi.
  8. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.
  9. Mengenali respons-respons fisiologis tubuh terhadap kondisi penyakit –patologis, fisiologis, dan kompensasi.
  10. Mempertahankan mekanisme dan fungsi regulasi
  11. Mempertahankan fungsi sensorik.
  12. Mengidentifikasi dan menerima ekspresi, perasaan dan reaksi positif dan negatif.
  13. Mengidentifikasi  dan menerima adanya hubungan timbal balik antara emosi dan penyakit organik.
  14. Mempertahankan komunikasi verbal dan nonverbal.
  15. Memfasilitasi perkembangan hubungan interpersonal yang produktif.
  16. Memfasilitasi pencapaian tujuan spiritual personal yang progresif.
  17. Menghasilkan dan atau mempertahankan lingkungan yang terapeutik.
  18. Memfasilitasi kesadaran akan diri sendiri sebagai individu yang memiliki kebutuhan fisik, emosi dan perkembangan yang berbeda.
  19. Menerima tujuan optimal yang dapat di capai sehubungan dengn keterbatasan fisik dan emosional.
  20. Menggunkan sumber sumber di komunitas sebagai sumber bantuan dalam mengatasi masalah yang muncul akibat dari penyakit.
  21. Memahami peran dari msalah sosial sebagai faktor-faktor yang mepengaruhi dalam munculnya suatu penyakit.
  1. C.     Aplikasi Teori

Banyak kasus untuk menerapkan tori Orem dan Abdellah karena teorinya mencakup keseluruhan. Namun kasus yang akan kami terapkan adalah penyakit stroke non hemoragik (SNH). Yang contoh kasusunya sebagai berikut,

“Tn. N yang berusia 45 tahun datang kerumah sakit dengan keadaan fisik lemah, kesadaran menurun, tubuh bagian kiri tidak dapat digerakan, kesulitan berbicara istrinya mengatakan sebelum seperti  ini Tn. N sering mengeluh pusing, penglihatan terganggu, dan pernah kejang secara mendadak, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis saraf. Tn. N didiagnosa mengalami SNH (Stroke Non Hemoragik)” dengan TTV :

TD : 130/90 mmhg

N  : 90 x/menit

P   : 20 x/menit

S   : 37 o C

Setelah dokter mendignosa stroke Tn. N harus melakukan perawatan yang intensive dan dirawat diruang penyakit dalam.

Dari pengkajian diatas yang akan kami lakukan adalah memberikan bantuan menyeluruh untuk memenuhi kebutuhannya, sampai pasien dapat kembali merawat dirinya sendiri seperti,

  • terapi kemampuan berbicara untuk mempelajari kembali berbicara dan menelan
  • terapi pekerjaan untuk memperoleh kembali keterampilan pada lengan-lengan dan tangan-tangan
  • terapi fisik untuk memperbaiki kekuatan dan jalan dan
  • pendidikan keluarga untuk mengorientasikan mereka pada perawatan untuk orang yang dicintai mereka di rumah ketika sudah sembuh dan tantangan-tantangan yang akan mereka hadapi.
  1. D.     Penutup

Siapapun ahlinya yang mendefinisikan konsep teori keperawatan mempunya tujuan yang sama yaitu meningkatkan dan mempertahankan kesehatan dengan pelayanan yang komprehensip dan paripurna dengan memandang aspek bio, psiko, sosio, dan spiritual. Tugas perawat memberikan pelayanan sebaik mungkin.

Teori orem dan abdellah. pptx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>